Sebegitu buruknya cinta platonis ?
“Bahwa
aku menyembunyikan sebuah cinta untuk seseorang yang telah lama ku
kenal. Cinta itu kusimpan rapat-rapat. Tak ada satu orangpun yang tau,
selain aku, dalam alam pikir dan perasaanku. Cintaku ini bersifat sangat
rahasia dan istimewa. Bagiku, cinta ini adalah cinta yang sungguh
sempurna dan sungguh ideal. Aku mencintainya bukan karena alasan yang
bisa ku jelaskan lewat puisi atau bahasa yang indah-indah. Yang ku tahu,
aku mencintainya karena dengan sendirinya tiba-tiba aku mencintainya
atas dasar keseluruhan yang ada pada dirinya. Keseluruhan dirinya yang
tidak bisa aku jelaskan lewat alasan apapun.”
“Aku tidak mau orang
lain tau tentang siapa orang yang kucintai itu, termasuk dia sendiri
yang ku anggap sebagai cinta idealku. Selamanya aku akan tetap menyimpan
cinta ideal yang sempurna ini dalam hati dan alam pikirku sendiri.
Tidak untuk kuinformasikan kepada siapaun. Tidak akan pernah! Justru
dengan begini aku bisa merasakan keindahan dan kemurnian cinta itu.
Cinta yang istimewa.”
Memang cinta platonis adalah cinta istimewa tapi apa gunanya cinta istimewa kalau hanya ada di angan-angan ?
Menurutku cinta platonis itu seperti sebuah kutukan. Kau tidak akan bisa mengatakan cintamu itu pada siapapun, apalagi dia yang kau sukai. Kalau suatu saat kau sudah tidak dapat memendamnya, cinta istimewa itu akan menjadi cinta yang biasa saja. Kutukan itu bisa hilang jika saat kau mengatakannya pada orang yang kau sukai tetapi cinta itu tetap istimewa. Orang yang bisa menaklukan kutukan itu hanyalah orang yang istimewa pula...
Menurutku cinta platonis itu seperti sebuah kutukan. Kau tidak akan bisa mengatakan cintamu itu pada siapapun, apalagi dia yang kau sukai. Kalau suatu saat kau sudah tidak dapat memendamnya, cinta istimewa itu akan menjadi cinta yang biasa saja. Kutukan itu bisa hilang jika saat kau mengatakannya pada orang yang kau sukai tetapi cinta itu tetap istimewa. Orang yang bisa menaklukan kutukan itu hanyalah orang yang istimewa pula...
Tidak ada komentar: